Perbedaan 32 bit dan 64 pada windows

2 min read

kalian telah menggunakan leptop dalam kegiatan sehari-hari untuk mengerjakan tugas ataupun untuk bekerja. Tetapi belum mengetahui perbedaan 32 bit dan 64 pada windows? untuk itu pada artikel kali ini kita akan membahas perbedaanya, maka simak baik-baik akan kalian paham

Windows merupakan Operating system yang sudah tidak asing lagi. Mulai anak muda hingga tua banyak yang menggunakan windows, bahan disetiap laptop hingga perusahaan korporat sekali pun menggunakan sistem operasi ini.

Dalam perkembangannya, windows sudah banyak mengalami perubahan hingga kini versi windows 10. Semua perkembangan ini dikarenakan semakin majunya teknologi yang berkembang.

Perbedaan 32 bit dan 64 bit

  1. Processor

Bila ingin membahas tentang Windows 32 dan 64-bit, kita juga akan berbicara tentang prosesor 32 dan 64-bit. Hal ini karena kedua hal tersebut berkaitan erat. Namun, sebelum masuk lebih dalam, kita akan membahas terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan “bit”

Bit merupakan singkatan dari binary digit (digit biner). Berbeda dengan sistem desimal yang memiliki nilai dari 0 hingga 9, sistem bit ini hanya memiliki nilai 0 dan 1 (hanya ada 2 nilai). Dengan demikian, 32-bit memiliki 232 atau 4.294.967.296 nilai.

Sebuah prosesor 32-bit memiliki register 32-bit, yang dapat menampung 232 atau 4.294.967.296 nilai. Karena setiap bit di register prosesor berkaitan dengan 1 byte di RAM, maka sebuah prosesor 32 bit dapat mengakses maksimal 4 GB (atau 4.294.967.296 byte) RAM saja. Sementara itu, prosesor 64-bit mampu mengakses hingga 264 atau 18,446,744,073,709,551,616 byte (16 exabyte) RAM atau setara dengan 16 miliar GB RAM. Sungguh perbedaan RAM yang sangat besar bukan?

2. Batasan jumlah RAM

Windows 32-bit hanya dapat menggunakan maksimal 4 GB RAM. Sementara itu, Windows 64-bit secara teori mampu menggunakan hingga 16 miliar GB RAM. Namun, teknologi sekarang belum memungkinkan RAM sebesar itu dibuat. Selain itu, Microsoft juga membatasi RAM di Windows 64-bit karena berbagai alasan .

3. Efisiensi penggunaan RAM

Di samping mampu menggunakan RAM yang lebih besar, sistem 64-bit juga dapat mengakses RAM dengan lebih efisien. Misalkan ada 2 komputer yang sama-sama mempunyai RAM 4 GB, satu menggunakan Windows dan prosesor 32-bit sementara yang lainnya menggunakan Windows dan prosesor 64-bit. Komputer yang menggunakan sistem 64-bit akan mampu memanfaatkan RAM tersebut dengan lebih efisien dan dengan demikian lebih cepat pula. Hal ini dikarenakan sistem 64-bit lebih canggih di dalam mengalokasikan memori, sehingga memori sistem Anda tidak terbuang banyak oleh hal lain

4. RAM yang dapat digunakan per aplikasi

Windows 32-bit juga memiliki keterbatasan lain. Arsitektur 32-bit mengakibatkan sebuah aplikasi hanya dapat menggunakan maksimal 2 GB RAM. RAM 2 GB ini tentu sangat kurang untuk game, aplikasi video editor, dan aplikasi lain yang membutuhkan memori besar.

Dengan menggunakan Windows 64-bit, tiap aplikasi dapat menggunakan maksimal 8 TB RAM. RAM sebesar ini tentu cukup untuk aplikasi apapun, entah itu video editor, game AAA, virtual machine, dll. Perlu diingat juga bahwa sistem 64-bit juga lebih efisien dalam menggunakan RAM. Berbagai kelebihan ini menjadikan Windows 64-bit lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan resource dalam jumlah besar

5. Fitur keamanan

Selain kelebihan yang sudah disebutkan sebelumnya, Windows 64-bit juga memiliki kelebihan terkait fitur keamanan. Berbagai fitur keamanan di bawah ini (kecuali PatchGuard) ada di Windows 32-bit maupun 64-bit, namun fungsinya lebih dioptimalkan lagi di versi Windows 64-bit:

  • Driver signature enforcement
    Fitur ini mengharuskan semua driver perangkat keras komputer di-signed secara digital. Signing yang dimaksud adalah menandai bahwa driver hardware tersebut dikeluarkan oleh produsen hardware resmi. Hal ini akan mempersulit driver abal-abal yang berisi malware untuk diinstall di komputer. Dengan demikian, kemungkinan masuknya malware ke komputer juga menjadi lebih kecil.
  • PatchGuard/ Kernel Patch Protection (KPP)
    Kernel Patch Protection merupakan fitur keamanan yang hanya ada di Windows 64-bit. Sesuai dengan namanya, fitur ini berfungsi untuk mencegah terjadinya modifikasi pada kernel. Kernel pada dasarnya merupakan bagian inti dari sistem operasi. Dengan adanya Kernel Patch Protection ini, Windows dapat mencegah terjadinya perubahan yang tidak diinginkan pada inti sistem operasi.
  • Data Excecution Prevention (DEP)
    DEP memungkinkan Windows menandai area tertentu di RAM sebagai ‘non-excecutable’. Area di RAM ini ditandai sehingga hanya bisa menyimpan data dan tidak bisa menjalankan perintah. Secara sederhana, DEP ini berfungsi sebagai sistem keamanan tambahan untuk mencegah kode berbahaya (malware, virus) dijalankan/ dieksekusi di sistem. Secara default, DEP ini aktif untuk semua program 64-bit, namun dimatikan untuk program 32-bit dengan alasan kompatibilitas (Anda dapat menyalakannya secara manual di setting Windows)
  • Address Space Layout Randomization (ASLR)
    Sebenarnya fitur ASLR ini ada di Windows 32-bit juga, namun ASLR ini lebih canggih dan efisien di Windows 64-bit. ASLR merupakan fitur yang membuat data program ditaruh di lokasi acak di RAM. Sebelumnya, lokasi data program di RAM dapat diperkirakan, sehingga kemungkinan terjadi hack pada program lebih besar. Dengan fitur ASLR ini, hacker harus memprediksi lokasi data program di RAM agar bisa mengeksploitasi kelemahan program. Apabila hacker salah menebak lokasi data, program bisa crash sehingga hacker gagal mengeksploitasi program.

beberapa sumber diambil dari https://www.nitrotekno.com/

sekian penjelasan dari perbedaan 32 bit dan 64 bit pada windows, semoga bisa bermanfaat bagi kalin yang telah membaca nya sehingga kalian dapat memahaminya. terimakasih telah mampir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »