Rencana Telkomsel Perluas Jaringan Di Penjuru Nusantara

4 min read

Rencana Telkomsel Perluas Jaringan Di Penjuru Nusantara

Infotechku.com – Pembangunan infrastruktur merupakan satu dari lima aspek utama yang menjadi fokus pemerintah saat ini. Infrastruktur diyakini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan global.

Sejalan dengan visi pemerintah tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) gencar membangun infrastruktur telekomunikasi ke seluruh negeri. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan terciptanya masyarakat digital yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Operator seluler Telkomsel memperluas cakupan akses internet 4G hingga pelosok, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Indonesia. Pemerataan akses internet di Indonesia komitmen Telkomsel agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi digital.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan bahwa Telkomsel menaruh perhatian yang besar terhadap pemerataan layanan telekomunikasi di seluruh Indonesia.

“Berbagai inisiatif seperti Telkomsel Merah Putih telah hadir sebagai solusi yang memberikan solusi bagi masyarakat untuk menikmati standar kualitas jaringan yang sama antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Semangat ini yang akan kami terus bawa dalam memperluas kehadiran jaringan broadband terdepan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Tanah Air,” ujar Denny dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2020).

Dalam melakukan perluasan ketersediaan jaringan 4G di Indonesia secara menyeluruh, Telkomsel mengelompokkan wilayah operasional yang terbagi menjadi empat area. Keempatnya adalah Area 1 (Sumatera), Area 2 (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat), Area 3 (Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB), dan Area 4 (Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan).

Adapun, saat memperluas jangkauan akses internet tersebut, Telkomsel melakukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi tiap-tiap daerah demi memberikan layanan 4G LTE terbaik bagi masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan Telkomsel di area Sumatera adalah menghadirkan layanan 4G di Desa Pasiah Laweh, Sumatera Barat, dengan memanfaatkan infrastruktur Compact Mobile BTS (Combat). Inisiatif tersebut memudahkan masyarakat dalam menikmati akses jaringan broadband terdepan, yang sebelumnya harus menuju lokasi bernama ‘Kelok HP’ di pinggir jalan puncak bukit untuk mendapatkan konektivitas internet yang memadai.

Pendekatan serupa pun diterapan Telkomsel dalam memastikan ketersediaan jaringan 4G di Desa Woloklibang, Nusa Tenggara Timur. Penggunaan COMBAT juga dipilih karena kondisi geografis wilayah yang cukup menantang. Butuh satu jam perjalanan laut dan tiga jam perjalanan darat untuk sampai di Desa Woloklibang dari Kota Larantuka, Nusa Tenggara Timur.

Anak perusahaan Telkom ini juga menanggapi kesulitan akses internet di Desa Petir, Daerah Istimewa Yogyakarta. Solusi yang diberikan adalah dengan memasang alat penguat sinyal (repeater) khusus yang. Hal tersebut dilakukan sebagai optimalisasi jaringan Telkomsel yang sudah ada di wilayah tersebut, namun terhalang oleh banyaknya perbukitan, sehingga kini jaringan 4G yang terpancar jadi lebih kuat.

Penanganan khusus turut dilakukan Telkomsel di Desa Nain, Sulawesi Utara. Desa yang berada di pulau kecil di sebelah utara Taman Nasional Bunaken tersebut kini dapat menikmati layanan 4G terdepan berkat peningkatan transmisi dan teknologi dengan mengalihkan akses yang sebelumnya melalui satelit menjadi lewat IP Radio yang termasuk ke dalam infrastruktur BTS Merah Putih milik Telkomsel.

“Sebagai leading digital telco company, Telkomsel berkomitmen untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air. Maka dari itu, kehadiran akses jaringan broadband terdepan di setiap wilayah di negeri ini menjadi penting agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat teknologi terkini di kehidupannya, termasuk dalam menjalani kegiatan belajar jarak jauh hingga berjualan secara daring yang berguna bagi para pelaku UMKM dalam memperluas usahanya,” tuturnya.

Denny menjelaskan melalui berbagai inisiatif yang selama ini dilakukan Telkomsel diharapkan mampu mendukung pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang tengah mengupayakan ketersediaan jaringan 4G di seluruh desa di Indonesia pada 2022.

Direktur Network & IT Solution Telkom, Herlan Wijanarko menjelaskan dengan kapabilitas yang dimiliki sebagai BUMN telekomunikasi, TelkomGroup telah berkontribusi dalam membangun Digitalisasi Indonesia melalui Indonesia Digital Network (IDN), yang berfokus pada pembangunan dan penyediaan konektivitas yang menghubungkan seluruh titik hingga ke pelosok.

Infrastruktur telekomunikasi digital tersebut tergelar seperti fiber optic dan kabel terrestrial di darat, submarine cable di laut, serta satelit di udara. Hingga September 2020, sepanjang 166.343 kilometer fiber optic terbentang menghubungkan Sabang sampai Merauke, bahkan hingga akses komunikasi internasional. Ini setara dengan 4 kali keliling bumi.

ih dari 34 ribu tower turut memperkuat akses telekomunikasi di darat. Demi menjangkau titik-titik yang belum terjangkau fiber optic seperti kawasan Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T), TelkomGroup mengoperasikan tiga satelit yang dimilikinya (Satelit Telkom 2, Telkom 3S, dan Merah Putih), dengan total 133 transponder.

Pada layanan mobile, TelkomGroup melalui Telkomsel selaku anak usaha telah berhasil membangun secara masif layanan seluler melalui lebih dari 200 ribu Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar, di mana 90 ribu di antaranya merupakan BTS 4G.

Ini artinya hampir seluruh wilayah NKRI populasi sudah dapat menikmati layanan seluler, termasuk layanan 4G LTE dari Telkomsel yang telah menjangkau hingga 95% populasi dan seluruh IKK di Indonesia.

Di sisi lain, TelkomGroup juga menyediakan konektivitas untuk kalangan rumah tangga melalui IndiHome. Layanan triple play ini telah menjangkau 496 kabupaten/kota, 5.115 kecamatan, dan 34.285 kelurahan/desa, dengan jumlah 7,8 juta pelanggan.

IndiHome secara konsisten memperluas dan memperkuat jaringannya hingga pulau terluar, salah satunya, di Pulau Rote yang dikenal sebagai salah satu titik terluar di Indonesia.

“Dengan semangat menghadirkan pemerataan akses telekomunikasi dan informasi, layanan fixed broadband dan seluler ini dapat dinikmati mulai dari kota besar hingga yang berada di kawasan 3T pun dapat merasakan manfaatnya dan memperoleh akses informasi yang sama porsinya,” ujar Herlan dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2020).

Pembangunan akses di kawasan 3T ini telah direalisasikan sejak beberapa tahun yang lalu. TelkomGroup mulai membangun infrastruktur kabel laut yang menghubungkan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Setidaknya ada 13 pulau terluar telah terjangkau akses TelkomGroup, beberapa di antaranya adalah Pulau Karimun, Pulau Kei, Pulau Alor, Pulau Weh, Pulau Sebatik, Pulau Liran, dan Pulau Rote. Telkom juga bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika lewat Palapa Ring, agar seluruh masyarakat di pelosok Indonesia dapat menikmati layanan telekomunikasi.

“Dengan meratanya infrastruktur telekomunikasi hingga ke pelosok Indonesia, tentunya dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama UMKM selaku salah satu aspek penting yang berperan dalam akselerasi ekonomi,” ujarnya.

“Masyarakat dapat menggunakan jaringan telekomunikasi untuk menjalankan bisnisnya sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas tidak hanya di dalam negeri, akan tetapi juga menjangkau pasar internasional, sehingga mampu meningkatkan daya saingnya,” sambungnya.

Lebih lanjut Herlan menjelaskan seiring dengan kebutuhan layanan broadband yang terus meningkat dan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengadopsi gaya hidup digital, baik pada segmen konsumer maupun solusi-solusi ICT pada segmen korporasi, maka saat ini dunia telekomunikasi sedang mengantisipasinya dan tengah mengalami pergeseran strategis menuju dunia digital.

“Salah satu langkah yang dilakukan TelkomGroup dalam menjawab kebutuhan layanan digital yang semakin tinggi adalah melakukan modernisasi infrastruktur di sejumlah wilayah, melalui program Modern Broadband City,” kata Herlan.

Modernisasi di sini adalah melakukan upgrade jaringan yang berbasis tembaga atau copper menjadi fiber optic Telkom sendiri telah memiliki roadmap untuk mengupgrade seluruh infrastruktur copper tersebut menjadi fiber optic untuk seluruh IKK yang menjadi kewajiban Telkom, sekitar 459 ibukota kabupaten/kota sampai 2023.

Adapun hingga September 2020, Telkom telah berhasil merealisasikan 1 pulau (Kalimantan), 11 Provinsi, dan 346 IK yang 100% full fiber. Keuntungan yang diperoleh pelanggan dari modernisasi infrastruktur ini adalah masyarakat dapat menikmati layanan triple play dan keragaman konten dengan kualitas broadband sekaligus sebagai new experience pelanggan terhadap limitless bandwidth.

“Sementara bagi pemerintah daerah, modernisasi ini dapat mendukung suksesnya program pemerintah terkait penyediaan broadband dan tersedianya akses pita lebar ke seluruh pelosok Tanah Air yang diharapkan dapat mendukung peningkatan ekonomi. Dengan adanya modernisasi jaringan berbagai aktivitas pemerintah kota/kabupaten ini dapat dilakukan serba digital,” ujarnya.

Herlan menegaskan Modern Broadband City merupakan komitmen Telkom untuk menyediakan infrastruktur digital yang berkualitas dan andal dengan harapan dapat mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal, regional, dan nasional. Ini juga merupakan bentuk keseriusan untuk meningkatkan kualitas layanan ICT bagi masyarakat serta mempercepat terwujudnya digitalisasi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »