Menkominfo Siap Digitalisasi Aksara Nusantara, Agar Tak Punah Dan Dikenal Kalangan Anak Muda

2 min read

Menkominfo Siap Digitalisasi Aksara Nusantara, Agar Tak Punah Dan Dikenal Kalangan Anak Muda

Infotechku.com –Penggunaan Aksara Nusantara dalam tradisi tulis pada media prasasti dan naskah sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Selama itu, beragam aksara pun diciptakan oleh nenek moyang merepresentasikan kearifan lokal masing-masing budaya. Oleh karena itu, Menkominfo Johnny G Plate mendukung penuh inisiatif digitalisasi aksara nusantara. Menurutnya pelestarian nilai-nilai budaya lokal termasuk aksara nusantara perlu dilakukan agar dapat dimengerti dan diketahui generasi mendatang.

Untuk digitalisasi aksara nusantara tersebut, yakni dengan mendaftarkan aksara ke Unicode, standar dalam dunia komputer untuk pengkodean (encoding) karakter tertulis dan teks yang mencakup hampir semua sistem penulisan yang ada di dunia. Dengan Unicode, pertukaran data teks dapat terjadi universal dan konsisten

“Digitalisasi aksara, salah satunya melalui pendaftaran Aksara Nusantara pada Unicode,” tutur Menteri Komunikasi Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate usai bertemu dengan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuono X, di Kantor Gubernur, DI Yogyakarta, Jumat (16/10).

Menurutnya, upaya digitalisasi Aksara Nusantara merupakan dukungan Pemerintah agar dapat melestarikan Aksara Nusantara untuk generasi masa depan.

“Agar semua yang ada di prasasti, peninggalan budaya tinggai yang dimiliki bangsa Indonesia bisa dipahami dan dimengerti tidak hanya oleh generasi masa kini tapi juga bagi generasi masa depan,” tegasnya.

Digitalisasi aksara Jawa ditargetkan akan tuntas pada Desember 2020. Menteri Kominfo mengharapkan akan bisa dimanfaatkan oleh Kraton Yogyakarta dan pegiat budaya.

“Nantinya Aksara Jawa dapat digunakan menjadi nama domain, serta alamat website maupun email. Harapannya, inisiatif ini dapat diselesaikan pada bulan Desember 2020 dan dapat segera dimanfaatkan oleh Keraton Yogyakarta serta pegiat budaya agar pelestarian Aksara Jawa semakin gencar,” ujarnya.

Menurut Menteri Johnny hingga kini, sudah terdapat beberapa aksara yang terdaftar pada Unicode. Aksara nusantara itu antara lain, Aksara Bali; Batak; Bugis; Jawa; Makassar; Rejang; serta dan Aksara Sunda.

Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengapresiasi upaya digitalisasi aksara Jawa karena akan dapat melestarikan bahasa ibu di Indonesia. “Tidak hanya Jawa, bahasa ibu dari provinsi lain juga. Harapan saya agar bahasa ibu jangan sampai kalah dengan bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Sultan khawatir jika bahasa ibu tidak dilestarikan maka yang terjadi adalah tidak ada lagi masyarakat lokal yang menggunakan bahasa ibunya. Dengan cara digitalisasi diharapkan dapat sehingga tidak ada yang menjaga aksara jawa.

“Kalau kalah dengan bahasa Indonesia, masyarakat lokal tidak menggunakan lagi. Kita ingin menjaga aksara Jawa tetap bisa dipahami oleh masyarakatnya,” ujar Sultan. Sementara itu, Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan, pertemuan dengan Sultan untuk mendiskusikan berbagai hal termasuk dalam rencana digitalisasi aksara jawa.

Sementara itu Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan, digitalisasi itu ditujukan agar aksara nusantara bisa digunakan dalam perangkat teknologi terkini.

“Unicode merupakan suatu standar teknis yang dirancang agar teks dan simbol dari semua sistem tulisan di dunia dapat ditampilkan dan digunakan pada platform digital, seperti PC, Handphone, dan perangkat lainnya,” ungkapnya.

Dirjen Semuel juga menyatakan digitalisasi Aksara Nusantara diinisiasi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), dan didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Kominfo, Ditjen Kebudayaan, Badan Bahasa, Keraton Yogyakarta, dan Pemerintah Provinsi Yogyakarta serta Komunitas Pegiat Aksara sedang mengajukan Aksara Jawa untuk menjadi Internationalized Domain Name (IDN) ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Menurut Dirjen Aptika, saat ini tengah dalam pengembangan dan sudah dibuat websitenya. Bahkan sudah bisa digunakan untuk mengakses website.

 “Sebagai upaya sosialisasi, PANDI telah menggelar kompetisi pembuatan website berdomain Aksara Jawa pada 6 Mei 2020, dengan syarat seluruh atau  sebagian besar konten  yang dimuat di website menggunakan Aksara Jawa,” jelasnya.(ak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »