EVOS Esports Raih Pendanaan Seri B Sebesar Rp176 Miliar

1 min read

Perusahaan induk organisasi esports profesional dunia (EVOS Esports), Attention Holdings Pte. Ltd (ATTN) mengklaim mendapatkan suntikan dana investasi US$12 juta atau Rp176 miliar pada pendanaan Seri B.

Pendanaan itu dipimpin oleh Korea Investment Partners yang diikuti juga oleh beberapa perusahaan lainnya, seperti Mirae Asset Ventures, Woowa Brothers, Indogen Capital, PT. Surya Semesta Internusa Tbk, Selera Capital, Mandiri Investments Singapore, Jagartha Capital, serta Insignia Ventures Partners selaku investor awal dan beberapa perusahaan keluarga lainnya di Asia Tenggara dan Jepang.

Untuk pendanaan Seri A diterima Attention Holdings pada November 2019 lalu.

Chief Executive Officer ATTN, Ivan Yeo mengatakan bahwa dengan suksesnya pendanaan Seri B ini, Korea Investments Partners telah membuktikan diri sebagai leading investors dalam industri e-sports dan gaming.

“Dengan portfolio global dan pengalaman panjang mereka di industri, kami percaya bahwa bisnis ini akan melesat lebih tinggi lagi,” terang Ivan melalui keterangan resmi, Jumat (23/10/2020).

Executive Director Korea Investment Partners, Sang-Ho Park mengatakan esports menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan yang sangat pesat. Sedangkan ATTN dinilai telah menancapkan posisinya sebagai platform esports terdepan se-Asia.

“Tim EVOS Esport secara jelas menggambarkan roadmap industri ini ke depannya. Untuk itu, menurut kami, Ivan dan tim sudah berada jalur yang tepat untuk membangun ekosistem Esports terbesar di Asia,” ujar Park dalam kerangan tertulis, Jumat (23/10).

ATTN sendiri melaporkan bahwa pendapatan perusahaan mengalami peningkatan setiap bulannya sejak awal 2020 walau terjadi pandemi Covid-19. Selain itu, performa EVOS Esports dikliam telah menjadikan ATTN sebagai market leader di industri esports regional dan berkembang menjadi brand esports terbesar ke-6 di dunia.

Chief Executive Officer ATTN, Ivan Yeo meyakini bisnis esports akan melesat lebih tinggi lagi ke depan. Hal itu terlihat dari adanya pendanaan yang diperoleh oleh EVOS Esports saat ini.

Ivan juga menjabarkan pendapatan esport global diproyeksikan meningkat hingga 15 persen. Sementara pertumbuhan tertinggi terjadi di Indonesia, yaitu 24 persen.

“Pendapatan e-sport global diproyeksikan meningkat hingga 15 persen CAGR, sementara pertumbuhan tertinggi terjadi di kawasan kami yaitu 24 persen CAGR. Selain itu, banyaknya daerah yang belum terjangkau e-sport di negara kami beroperasi menjadi peluang bagi kami untuk memperluas jangkauan serta menjadikan Indonesia sebagai pusat e-sport terbesar di Asia,” jelas Ivan.

EVOS Esports, sebelumnya dikenal sebagai Zero Latitude adalah organisasi esport profesional yang berbasis di Jakarta, tahun 2016. EVOS Esports memiliki tim pada gim Arena of Valor, Counter Strike: Global Offensive, Dota 2, FIFA, Fortnite Battle Royale, League of Legends, Mobile Legends: Bang Bang, PlayerUnknown’s Battlegrounds, dan Point Blank.

Pada musim kompetisi 2018-2019, EVOS Esports berhasil memborong gelar juara dari hampir semua kompetisi AOV yang diselenggarakan di Indonesia. Di tahun 2019, tim AOV EVOS Esports juga menyabet sejumlah gelar.

Pada game Mobile Legends yang diklaim membesarkan namanya, EVOS Esports juga telah sukses meraih gelar juara di ajang kompetisi Mobile Legends paling bergengsi, Mobile Legends World Championship (M1) dan pernah menjadi wakil Indonesia di ajang SEA Games 2019 lalu.

Berdasarkan analisa Esports Charts, sebuah layanan analisa yang melihat tren perkembangan esports di dunia digital, EVOS Esports menempati urutan pertama dari segi jumlah pengikut di media sosial seperti Instagram, Youtube, Twitter, Facebook, dan Tiktok, dengan jumlah 6,4 juta pengikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »