7 Keuntungan Rooting HP Android, di Balik Sejumlah Risiko

2 min read

Rooting merupakan proses utak-atik di mana pengguna bisa mendapatkan kontrol penuh alias kebebasan untuk memodifikasi perangkat lunak pada HP mereka. Meski terdengar seperti suatu pembobolan yang ilegal, rooting pada dasarnya aman, meski hampir semua brand mungkin menyarankan pengguna untuk tidak melakukannya.

Rooting sendiri menawarkan sejumlah keuntungan, terutama untuk mereka yang ingin meningkatkan pengalaman dalam menggunakan HP Android mereka. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa keuntungan yang bisa didapat dari rooting HP Android.

1. Bisa menyingkirkan bloatware

Salah satu keuntungan yang mungkin juga jadi alasan terbesar mengapa beberapa orang berani melakukan root terhadap HP mereka adalah bisa menyingkirkan bloatware. Bagi yang belum tahu, bloatware merupakan aplikasi bawaan yang tidak didapat dihapus, hanya bisa dinonaktifkan dan umumnya jarang digunakan oleh banyak orang.

Aplikasi semacam ini memakan cukup banyak penyimpanan terutama untuk HP dengan penyimpanan kecil. Melalui rooting, dengan akses penuh terhadap aplikasi yang terinstal, kamu tidak hanya bisa menonaktifkannya saja, namun juga menghapusnya secara permanen.

2. Melakukan backup penuh

Selain bisa menghapus aplikasi bawaan yang ‘bandel’, dengan rooting, kamu juga bisa melakukan backup secara penuh. Ini berbeda dengan backup via cloud yang biasanya hanya mencadangkan data-data seperti pengaturan dan aplikasi yang telah terunduh saja.

Kamu bisa melakukan backup dalam kondisi rooting dengan Titanium Backup – salah satu aplikasi backup paling populer, yang cocok untuk kamu yang mungkin tertarik untuk mengotak-atik software HP kamu. Selain dapat menjadi penyelamat di kala ada bagian software penting yang hilang, kamu juga bisa mencadangkan semua data kamu via aplikasi ini.

3. Tidak perlu menunggu brand untuk update

Dengan brand yang kerap kali lambat dalam mengirimkan pembaruan OS, melalui root, kamu dapat mengatasi masalah itu. Apalagi jika kamu bukan pemilik HP first-party seperti Google Pixel, rooting membuka pintu untuk pembaruan OS yang lebih cepat. Ini semua berkat para developer yang mau meluangkan waktu mereka untuk mem-porting pembaruan terbaru ke berbagai HP.

Perlu dicatat bahwa karena ini digarap tidak secara resmi, maka ada kemungkinan jika OS yang akan kamu gunakan, tidak memiliki fitur selengkap versi resminya. Jika tertarik, kamu bisa menemukan pembaruan semacam itu di situs seperti Forum XDA.

4. Custom ROM

Pembaruan OS secara tidak resmi bukan satu-satunya proses utak-atik software yang bisa dilakukan pada HP yang telah di-root, bagi kamu yang bosan dengan Android stock, kamu menggunakan yang namanya custom ROM. Ini pada dasarnya merupakan OS Android namun dengan UI yang telah dimodifikasi.

Beberapa yang paling terkenal adalah LineageOS, Paranoid Android dan OmniROM. Umumnya, custom ROM tidak hanya menghadirkan penampilan yang lebih segar saja, namun juga pembaruan berkala dan fitur yang tidak dapat ditemukan di OS/ROM non-custom.

5. Overclocking dan underclocking

Salah satu hal populer yang sering dilakukan oleh para pengguna HP root adalah melakukan overclocking chipset untuk membuat HP jadi lebih gesit. Bahkan HP mid-range yang kini sudah terbilang cepat pun, bisa dibuat lebih mumpuni lagi, melalui rooting dan overclock.

Tidak hanya menaikkan performa chipset saja, bagi kamu yang mungkin lebih tertarik ke menghemat baterai dan tidak begitu peduli dengan performa ngebut, kamu bisa memilih opsi underclocking. Ini merupakan kebalikan dari overclocking di mana kamu membatasi performa chipset HP kamu, yang mana umumnya, untuk mendapatkan daya tahan baterai yang lebih awet.

6. Menginstal aplikasi yang tidak tersedia di Play Store

Ketika HP dalam posisi root, itu artinya kamu menjadi superuser atau pengguna dengan hak istimewa untuk mengakses semua file inti pada HP kamu. Tidak hanya itu saja, rooting juga memungkinkan kamu untuk menginstal aplikasi yang tidak ada di Play Store, yang biasanya membutuhkan izin root dan tidak bisa digunakan di HP yang belum di-root.

Aplikasi-aplikasi yang membutuhkan izin semacam itu, kebanyakan menawarkan pengalaman Android yang lebih baik seperti kemampuan untuk menghilangkan iklan (dengan Adblock Plus), mengatur frekuensi CPU (via Kernel Manager) dan mengontrol audio secara spesifik (lewat Viper4Android).

7. Mengustomisasi penampilan

Keuntungan terakhir yang bisa didapat dari rooting HP adalah kamu memiliki opsi yang luas untuk melakukan kustomisasi penampilan UI di HP kamu. Meski tidak semua opsi kustomisasi ini membutuhkan root, umumnya launcher pihak ketiga seperti Apex dan Nova, membutuhkan rooting untuk bisa mengakses file penting yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan tema di sejumlah bagian, seperti font dan logo ikon.

Sama seperti menghapus bloatware, pada dasarnya ini memberikan pengguna jalan alternatif untuk mengatur bagian dari HP mereka yang sebelumnya disembunyikan atau dikunci.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa keuntungan yang bisa didapat dari rooting HP Android kamu. Terlepas dari keuntungan yang ditawarkan di atas, tetap tidak disarankan untuk melakukan rooting atau utak-atik software HP kamu, terutama jika kamu belum ahli atau HP yang kamu miliki masih memiliki garansi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »