Rapid Test Berbasis AI Akan Segera Hadir di Indonesia

2 min read

Infotechku.com- Pandemi Covid 19 masih belum berakhir, Indonesia salah satunya kewalah dan belum teralu siap dengan masalah pandemi ini, alih-alih mempersiapkan yang terburuk tetapi wakil rakyat dan rakyat nampak nya masa bodoh dengan virus yang berawal dari daging kelelawar di pasar wuhan China.

Bisa dilihat di awal-awal tahun Penjabat menanggapi ancaman virus corona sebagai guyonan belaka. Ada yang beranggapan virus ini akan hilang bila kita mengonsumsi nasi kucing sampe virus corona tidak akan mempan dengan DBD dan Malaria yang sudah menjadi penyakit musiman di indonesia.

Kementrian yang bukan berfokus pada dunia medispun juga berkomentar bahwa virus corona akan mati di iklim tropis Indonesia yang selalu di sinari sinar matahari.

Jumlah kasus positif yang terus selalu meningkat setiap harinya sampai memecahkan rekor 3.000 kasus positif di akhir bulan Agustus menambah pelik suasana.

Ditambah jumlah penduduk yang banyak dan wiliyah geografis yang di pisah oleh lautan menambah kesulitas pihak kesehatan untuk melaksanakan tes covid 19.

Biaya yang dikeluarkan dan waktu yang lama dalam menunjukan hasil tes juga menjadi masalah lain dalam penaggulan virus corona ini.

Namun angin segar sekiranya sudah mulai berhembus, PT Indofarma TBK telah menjalin kerjasama dengan salah satu pihak dari Uni Emiret Arab untuk menawarkan semacam Rapid Test tetapi dengan hasil yang lebih cepat dan lebih murah.

Rapid Test ini juga sudah berbasis artificial intelligence (AI). Pihak yang diajak kerjasama dengan PT Indofarma TBK adalah Group 42 (G42) Perusahaan AI dan Cloud Computing berbasis di Abu Dhabi, yang nantinya akan mengimpor alat tes cepat corona tersebut.

Kerjasama sudah berlangsung dari akhir bulan Agustus 2020 dengan pendatanganan nota terlebih dahulu.

Arief Pramukanta, Direktur Umum Indofarma menyatakan dalam pernyataanya, kerjasama ini untuk produk diagnostik Covid 19 berupa Laser Screening Test semacam rapid test tetapi sudah dibekali dengan teknologi AI.

“Jadi bedanya alat ini tidak menggunakan pendekatan reagen, tetapi pendekatan AI dengan laser. Alat ini sudah dikembangkan dan digunakan di Abu Dhabi,” kata beliau kepada Kontan.co.id, Senin (7/9). 

Covid 19 Laser Screening Test ini sudah diakui dan telah memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) Uni Emirat Arab. dan telah digunakan untuk setiap warga yang ingin masuk ke Abu Dhabi. Di mana, setiap pendatang wajib memperlihatkan hasil screening laser testCovid-19 sebagai bagian dari upaya pemerintah UEA untuk melakukan mitigasi penyebaran Covid-19.

Kerjasama meliputi riset dan pengembangan atau (R&D),manufaktur,penjualan,dan distribusi. Tetapi fokus utama yang dikejar PT Indofarma TBK adalah pada sektor produksi yang kemudian akan disusul dengan proses riset dan pengembangan lalu manufaktur.

Covid 19 Laser Screening Test ini akan berisi paket satu set komputer yang sudah ditamani software khusus berisi data base ribuan data darah manusia yang mempunyai hasil positif dan negatif covid 19.

Tahap-tahap dalam Covid 19 Laser Screening test ini diawalai dengan pengambilan sampe darah dari subjek lalu diusap ke preperat hingga kemudian discan dengan laser yang nantinya pendaran laser tersebut akan menunjukan hasil tes apakah subjek reaktif covid 19 atau non reaktif covid 19.

Waktu yang dihabiskan dalam proses Covid 19 Laser Screening Test tersebut hanya memakan waktu satu menit saja dan biaya yang dikeluarkan lebih murah dibandingkan rapid tes pada umumnya.

Tingkat akurasi bisa mencapai 90-93% tetapi tetap saja Arief Pramunkata tetap menyarankan untuk melakukan swab tes guna mengetahui hasil yang lebih pasti dan akurat. Mengingat, alat ini fungsinya sama seperti rapid test yakni screening awal saja. 

Proses antara kedua belah pihak tinggal menunggu Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan rampun pada akhir bulan ini. menargetkan, awal Oktober 2020 sudah bisa melakukan distribusi karena saat ini masih menunggu izin dari berbagai pihak termasuk Kementerian Kesehatan. 

Tahap awal impor akan diberikan  full set laser screeening testyang terdiri dari software, komputer, laser, kamera, dan semacamnya. Banyaknya unit yang akan diimpor belum diketahui pasti karena permintaan pasar.

 Arief Pramukanta juga belum bisa menyebutkan dana yang harus dikeluarkan karena kebutuhan impor masih dihitung. Namun yang pasti PT Indofarma TBK akan menggunakan anggaran dari belanja modal untuk impor. 

Faktor yang difokuskan terlebih dahulu seperti yang kita sebutkan tadi adalah Faktor Distribusi. Prioritas Distribusi akan menuju ke sektor Transportasi karena perlu diingat mobilitas masyarakat yang tinggi.

Rumah sakit dan puskesmas juga dalam prioritas distribusi karena membutuhkan hasil tes yang lebih cepat untuk keperluan masyarakat.

Dalam projek jangka panjangnya, tetap alat Covid 19 Screening Test ini akan memuat TKDN (Ttingatan Komponen Dalam Negeri) dengan menggunakan alat yang sudah bisa diproduksi di Indonesia seperti kamera, komputer, dan komponen lainnya. 

Dilansir dan diterbitkan dari sumber : https://industri.kontan.co.id/news/

Sekian artikel kita untuk hari ini, Apabila ada kesalahan kata atau informasi kami mohon maaf. Kirimkan tanggapan,saran, dan kritik kalian di kolom komentar karena feedback dari kalian sangat membantu untuk kemajuan dari website kami.

Selalu dapatkan info menarik seputar teknologi dan semacamnya di Infotechku.com. Terimakasih sudah membaca sampai akhir, sampai bertemu di artikel berikutnya Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »