Ojek Online Terapkan Teknologi Geofencing di Masa Pandemi

2 min read

Ojek Online Terapkan Teknologi Geofencing

Ojek Online,Geofencing,Gojek,Grab- Infotechku.com – Sudah hampir lima bulan lamanya kita mengarungi masa pandemi Covid-19 dari mulai stay at home dan PSBB sampai memasuki masa new normal, semua usaha dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk menekan jumlah atau grafik dari wabah Corona ini.

Kota-kota besar di Indonesia menjadi concern utama dari pemerintah, dengan jumlah penduduk yang banyak sekaligus dengan mobilitas yang tinggi para pemegang kuasa mencoba untuk menerapkan kebijakan dengan seefektif mungkin dengan harapannya mendapatkan hasil yang efisien pula untuk menekan orang yang terpapar virus corona. Salah satunya Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan ojek online dan ojek pangkalan untuk tetap beroperasi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total mulai Senin (14/9) hingga 27 September 2020.

Namun, Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 156 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Bidang Transportasi mewajibkan perusahaan aplikasi ojek online menerapkan teknologi geofencing.

Teknologi ini mampu mendeteksi dan memberikan peringatan ke mitra driver yang berkerumunan lebih dari 5 orang di satu area. Mitra pengemudi yang terdeteksi berkerumunan, akan menerima peringatan notifikasi melalui teks atau pop-up di aplikasi mitra pengemudi mereka.

Penerapan Teknologi Geofencing ini sudah diterapkan pada layanan Ojek Online seperti Gojek dan Grab, dan sudah diaplikasikan di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta,Surabaya,Malang,Makasar,Manado,Balikpapan,Samarinda,Mataram,Kupang dan Bali.

Diperkenankannya teknologi Geofencing ini untuk memastikan mitra pengemudi tetap menjaga jarak aman sesuai imbauan pemerintah dan juga untuk menjaga kesehatan dari para mitra driver.

Dilansir dari malangvoice.com Halim Wijaya, Head of East Indonesia, Grab Indonesia menjelaskan, kesehatan menjadi prioritas utama supaya mitra pengemudi tetap bisa produktif.

Sejak awal pandemi, tim terus mencari cara yang efektif agar kami tetap bisa melindungi mata pencaharian dan kesehatan mitra.

“Teknologi geofencing yang kami manfaatkan sejak awal Grab beroperasi, kami terapkan untuk membantu proses pengawasan mitra pengemudi di lapangan ini mulai awal pekan ini. Penerapan geofencing merupakan salah satu solusi inovatif dalam mendeteksi GPS mitra pengemudi yang berkumpul dalam satu lokasi, dimana sistem kami akan langsung memberikan peringatan kepada mereka yang didapati melanggar peraturan,” katanya

Selain teknologi geofencing, Grab juga telah melakukan berbagai inisiatif berikut, untuk membantu masyarakat dan mitra pengemudi beradaptasi di tengah pandemi melalui berbagai teknologi dan kode etik yang berlaku.

Untuk memastikan masyarakat dapat bermobilisasi dengan aman di tengah pandemi, Grab juga telah memperkenalkan GrabProtect di Surabaya yang merupakan program keamanan dan kebersihan untuk memberikan standar kebersihan terbaik di industri ride-hailing melalui serangkaian fitur baru, peningkatan armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect dengan sekat pelindung tambahan, serta pembaharuan aturan keamanan.

Fitur baru juga mencakup deklarasi kesehatan online dan kebersihan sekaligus mask selfie. Penumpang dan pengemudi dapat membatalkan pesanan perjalanan apabila persyaratan masker tidak dipenuhi. GrabProtect telah melayani lebih dari 26 juta kilometer perjalanan sejak diluncurkan di Indonesia pada bulan Mei lalu.

“Keamanan selalu menjadi fokus utama Grab dan melalui program seperti GrabProtect dan teknologi geofencing, kami telah meningkatkan standar kebersihan di industri ride-hailing. Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan memastikan perjalanan setiap penumpang sentiasa aman bersama Grab,” tutup Halim.

Geofencing tidak hanya untuk aplikasi seluler. Teknologi itu sudah digunakan untuk mengontrol dan melacak kendaraan di industri perkapalan hingga ternak di industri pertanian. Bahkan, otoritas pertahanan Amrika Serikat menggunakan teknologi geofencing untuk menangkal drone terbang di wilayah Gedung Putih.

Melansir WebFX, geofencing sangat populer di dunia marketing. Teknologi geofencing memungkinkan perusahaan tertentu menargetkan pelanggan hanya dengan memberikan batasan virtual.

Misalnya, iklan atau pemberitahuan untuk bisnis tertentu akan terkirim ke pelanggan jika melangkah ke dalam batas tersebut.

Pada intinya, teknologi geofencing adalah strategi pemasaran berbasis lokasi. Teknologi itu menggunakan sinyal GPS untuk mengetahui pelanggan memasuki suatu batas.

Biasanya, perusahaan menyiapkan pembatasan wilayah di sekitar lokasi bisnis tertentu, misalnya acara atau bahkan konferensi. Itu semua tergantung pada siapa pelanggan yang ingin dibidik. (CNN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *