Memilih Layanan Streaming Musik Populer Di Pasar Indonesia

4 min read

Infotechku.com- Musik, kita sebagai manusia tidak bisa hidup tanpa lantunan nada-nada dan melodi dari suatu lagu. Bahkan semenjak kita kecil pun atau bahkan pada saat kita masih bayi kita sudah terbiasa mendengarkan lagu walaupun hanya sebatas “lulaby” atau lagu pengantar tidur agar kita bisa tenang kembali di tengah malam.

Media yang bisa digunakan dalam memainkan lagu ada banyak jenisnya, mulai dari piringan hitam atau Vinyl yang bekerja di Gramaphone lalu berubah menjadi kaset yang berbentuk pita sampai dimana Musik itu direkam,diputar, dan disebarluaskan melalui CD atau Compac Disc.

Jujur saja sebelum adanya layanan Streaming musik, pasti kalian yang membaca ini mendengarkan lagu-lagu hasil dari download situs bajakan seperti Stafaband,Planetlagu, dan semacamnya. Tindakan itu pastinya melanggar hukum dan tidak mendukung artis yang kalian idolakan karena kalian menikmati hasil karya musiknya melalui situs bajakan sehingga artis tidak mendapatkan royalti yang seharusnya dia dapatkan.

Selain melanggar hukum dan mendukung kemajuan dari sang artis mengunduh lagu di situs bajakan juga bisa dibilang cukup bahaya. Karena kita tidak akan tau bahwa file yang kita download bisa saja corrupt dan merusak perangkat elektrnoik kesayangan kita.

Kehadiran Smartphone juga bisa jadi awal kemunculannya layanan streaming musik yang ada pada masa ini. Banyak sekali opsi bertebaran di App Store dan Google Play tentang aplkasi streaming musik ini.

Layanan Streaming musik yang sekiranya paling umum dan paling dikenal di masyarakat Indonesia ada 3 yaitu Spotify,Joox, dan pendatang baru yaitu Youtube Music. Walaupun masih ada banyak lagi seperti Deezer,Soundcloud, bahkan Itunes kita hanya berfokus pada ketiga Aplikasi ini saja.

Selain populer dan banyak digunakan masyarakat Indonesia ketiga aplikasi ini  multi platform sehingga bisa dijalankan di sistem operasi Android dan Apple, tidak seperti Itunes yang hanya berjalan baik di perangkat-perangakat Apple. Sebenarnya bisa dijalankan di Android  tapi experience nya tidak semulus seperti di device Apple.

Jadi tanpa perlu berlama-lama kita bahas saja Ketiga Aplikasi tersebut dan pada akhirnya kalian bisa memilih aplikasi streaming musik sesuai dengan preverensi kalian.

JOOX

Streaming Musik ini bisa dibilang yang paling mendominasi di Indonesia, dan bahkan Asia Tenggara dengan jumlah pengguna sebanyak 87juta itu belum lagi ditambah dengan pengguna yang berdomisil diluar Asia Tenggara seperti Afrika Selatan dan Inggris. Tidak disangka bahwa Joox ini sudah Diakuisisi oleh Tincent pada tahun 2015 lalu.

Keunggulan dari Joox sendiri yang kita rasakan adalah pada User Interfacenya. Karena menampilkan tampilan yang lebih segar dan dinamis, ditambah juga dengan berbagai pilihan tema yang bisa menjadi ciri khasmu dan membedakan dari pengguna satu dengan pengguna yang lain.

Fitur-fitur lain seperti Timer juga ada di Joox ini tanpa third party seperti Spotify dan ada Fitur Karoekanya lagi. Layaknya Smule dan semacamnya kalian bisa record Karoeka kalian dan mendapatkan donasi dari pengunjung atau penonton dan ditukar menjadi koin yang bisa digunakan untuk layanan premium.

Layanan premiumnya sendiri senilai Rp49.000/bulan dan ditambah Plugin DTS sebesar Rp15.000. Salah satu keunggulan menonjol dari Joox adalah Kualitas Audionya.

Berformat HI-FI 25-30 (Flac) memberikan clarity yang jernih dan Sound Stage yang lebih megah dibandingkan kompotitornya.

Namum sayangnya untuk soal masalah Library Joox kurang lengkap, sehingga pilihan lagu yang ada tidak sebanyak Spotify dan Youtube Music.

Spotify

Belum banyak yang tahu bahwa Spotify sudah ada sejak lama, tepatnya perilisan perdana Spotify terjadi pada tanggal 7 Oktober 2008. Spotify sendiri bisa dibilang layanan streaming musik yang masif dimana pengguna aktif mencapai 299 juta dan pengguna premiumnya yang sebesar 138 juta.

Bermarkas di Swedia, layanan streaming ini sangat dikenal didunia. Berbagai belahan benua menggunakan Spotify sebagai layanan musik streaming kepercayaanya.

Keunggulan dari Spotify adalah banyaknya pilihan lagu yang jumlahnya mencapai 60 juta. Bukan hanya itu saja, Spotify memiliki Algoritmanya sendiri dimana Spotify akan otomatis menciptakan dailymix sesuai dengan lagu yang kita putar atau yang sering kita putar.

Misal kita mendengarkan band Emo seperti Paramore maka Spotify akan memberikan playlist yang sekiranya sama atau sejenis dengan artis atau genre tersebut.

Selain lagu, Spotify juga menyediakan Podcast. Genre dari Podcast ini juga beragam mulai dari Komedi,misteri,politik,musik,film bahkan Self help pun ada. Tidak terbatas pula Podcast kalian bisa mendarkan yang lokal dan internasional juga.

Kelemahan dari Spotify menurut kami ada UI nya. Tidak seperti Joox, Spotify hanya menampilkan background hitam dengan aksen hijau khas logo spotify. Untuk kualitas suara juga hanya sebatas 320KPB (MP3) sehingga detail dan clarity dari musik sedikit terdengar di bawah kualitas Joox walaupun masih enjoyable untuk didengarkan secara kasual.

Untuk Paket Premiumnya sangat beragam bisa perhari,perbulan (Rp49.000),pertigabulan,perenambulan, dan setahun pun tersedia. Selain itu juga terdapat Paket Family senilai Rp79.000 dan paket pelajar sebesar Rp25.000.

Youtube Music

Pendatang baru yang baru saja rilis resmi di Indonesia beberapa waktu lalu ini menunjukan kualitas streaming musik yang menjajikan. Youtube Music adalah anak perusahaan dari Google untuk mengantikan Google Play Music, yang dinilai flop dipasaran. Untuk perilisan sendiri ini sudah berlangsung lama yaitu sejak tahun 2015.

Layanan ini tersedia di 95 Negara di dunia meliputi benua Amerika,Eropa,Australia,Asia dan beberapa bagian Afrika. Youtube Music ini diciptakan untuk menggangu dominasi dari Spotify dan Apple Music dengan beberapa keunggulan terapiknya.

Pencarian lebih luas karena kalian bukan hanya search soal judul lagu,album, dan nama artisnya saja melainkan juga bisa men “search” lagu dengan liriknya dan keluar lagu yang kalian maksud (apabila lirik yang ditulis benar)

Untuk soal library musik ini Rajanya karena sumbernya bukan hanya dari Youtube tetapi juga Google sehingga memberikan banyak sekali pilihan lagu. Penampilan live performance pun bisa kalian juga disini lebih lengkap dan lebih banyak dibandingkan kompotitor lain.

Algoritma juga bisa dibilang hampir mirip dengan Spotify dimana jika kalian mendengarkan artis seperti My Chemical Romance, di beranda akan disuguhkan artis serupa yang sama seperti My Chemical Romance seperti Fall Out Boy dan semacamnya.

Untuk bagian menggangunya adalah kalian tidak bisa memutar lagu di background jika kalian belum mempunyai akun premium. Biaya yang dikeluarkan hanya sebesar Rp49.000/bulan, dan misal  baru pertama kali coba kalian akan mendapatkan 3 bulan premium untuk coba-coba apakah youtube musik ini pas dengan preverensi kalian atau tidak.

Untuk soal Kualitas musik ini berada di tengah-tengah, diatas Spotify tetapi dibawah Joox dengan format AAC 256 KBPS kualitas audio yang diberikan cukup jernih dengan clarity high dan low nya yang jelas.

Di Youtube Music juga diberikan Opsi untuk mendengarkna audio saja atau sekalian melihat vidio klip musiknya.

Jadi layanan streaming musik mana yang akan kalian pilih dari ketiga opsi yang kita bahas tadi ? sebenarnya masih ada banyak lagi opsi seperti Bandcamp ini cocok untuk pengemar musik indie, karena artis atau band nya yang orisinil. Atau mungkin Tidal yang memiliki kualitas audio yang cocok untuk para Audiophile.

Sekian artikel kita untuk hari ini, Apabila ada kesalahan kata atau informasi kami mohon maaf. Kirimkan tanggapan,saran, dan kritik kalian di kolom komentar karena feedback dari kalian sangat membantu untuk kemajuan dari website kami.

Selalu dapatkan info menarik seputar teknologi dan semacamnya di Infotechku.com. Terimakasih sudah membaca sampai akhir, sampai bertemu di artikel berikutnya Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *