Frogs 282, Taksi Terbang Milik Indonesia Pertama

3 min read

Infotechku.com- Semakin bertambahnya tahun semakin bertambah pula penduduknya. Grafik demografi akan selalu naik atau mungkin sempat turun bila dikarenakan seseuatu peperangan atau wabah. Bertambahnya penduduk juga mengartikan bertambahnya tingakt mobilitas manusia.

Mobilitas dari satu titik ke titik tertentu, sudah dilakukan manusia sejak dulu, dari menggunakan kaki sendiri sampai penemuan roda yang ditarik oleh hewan hingga diciptakan nya mesin bermotor. Mode transportasi pada masa sekarang ini banyak sekali jenisnya.

Dari roda dua sampai roda empat  bahkan lebih, ada yang berada terbang di angkasa atau mengapung di lautan atau bahkan menyelaminya dan kendaraan yang hanya beroperasi diatas rel yaitu Kereta Api. Semua kendaraan tersebut dibutuhkan dan dijalankan manusia untuk kebutuhan nya dalam kegiatan mobilitas sehari-hari.

Kendaraan umum konfensional seperti Busway,Taksi, dan Ojek pengkolan sempat merabah lama di Tanah Air Indonesia. Namun tidak lama kemudian karena perubahan jaman yang lebih maju munculah Uber, layanan transportasi online dimana kita bisa mendapatkan tumpangan/kendaraan dalam beberapa cara hanya melalui smartphone kita.

Untuk Skala Lokalnya khususnya Indonesia aplikasi Gojek yang diciptakan Nadiem Makariem sekaligus Kemendikbud saat ini benar-benar memberikan efek yang begitu besar pada masyarakat.

Karena kepraktisan dan keefesiennya, sampai-sampai perusahaan taksi kondang Blue Bird harus jatuh dan mengalah kepada dominasi gojek yang masif ini. Sampai armada-armada yang pernah dipakai oleh pihak Blue Bird dijual dengan harga yang cukup miring.

Walaupun Gojek dan semacamnya lebih modern,praktis dan efesien tetapi ada satu lagi masalah yang sekiranya menghalangi mereka yaitu kemacetan. Ya kemacetan adalah salah satu hal yang tidak bisa dielakan. Berbagai usaha dari pelebaran jalan sampai penetapan aturan ganjil genap masih saja terjadi kemacetan yang menumpuk apalagi pada saat hari raya keagamaan.

Sehingga banyak vendor atau brand tertentu menciptakan suatu kendaraan yang tidak hanya beroperasi di jalan Aspal melainkan juga dapat beroperasi di atas awan, karena gagasan tersebut terciptalah untuk penciptaan taxi terbang.

Banyak sekali pihak yang memeriahkan gagasan ini kita mulai dari Uber, salah satu raksasa “Transportasi Online” dunia yang tengah menjalin kerjasama dengan Hyundai untuk menciptakan Taksi Terbang yang bernama S-A1

Grab juga tidak mau kalah, mereka menjalin kerja sama dengan start up Jerman bernama Volocopter dan menciptakan Volocopter X2 yang diniatkan akan beroperasi di kawasan Asia Tenggara dan sudah melakukan uji coba di Singapura.

Kabar paling terbaru untuk pekan-pekan ini berasal dari Negeri Sakura dimana usaha yang bernama Sky Active menunjukan hasil uji coba drone taksi dengan satu awak pilot tanpa penumpang dapat beroperasi dengan baik di lapangan terbang Toyota. Model nya bernama SD-03.

Tetapi jangan salah Indonesia juga punya loh Taksi terbang nya sendiri. Dan penemuan tersebut merupakan hasil asli dari tangan orang Indonesia yang berdedikasi tinggi.

Startup asal Bangunharjo, Kecamatan Sawon Kabupaten Bantul  DIY yang bernama Frogs Indonesia berhasil  mencipatakan Drone taksi pertama di Indonesia.

Nama model dari Drone tersebut bernama Frogs 282, kenapa 282 ? CO Founder dari Frogs Indonesia yaitu Asro Nasiri menjelaskan bahwa 2 adalah Drone ini mampu mengangkat 2 penumpang, 8 karene memiliki 8 mesin, dan 2 nya lagi adalah generasi kedua.

Jika dilihat dari Website resmi Frog Indoensia sendiri terdapat fitur-fitur yang menarik perhatian diantaranya adalah sudah terkoneksi dengan jaringan 5G dan Smart operation pada bagian dashbordnya berupa layar sebesar 9,7 Inch yang memungkinkan interaksi dan pemantauan waktu nyata. Sistem multimedia yang baru mengintegrasikan berbagai teknologi pintar termasuk info perjalanan, kontrol media, navigasi satelit, media penerbangan.

Untuk spesifikasinya Drone ini memiliki panjang: 3,6 m lebar: 3,6m dan tinggi: 1,8 m. Kapasitas nya hanya untuk dua penumpang dengan bobot maksimal 200Kg. Kursi yang sudah dilapasi Kulit, Bagasi cukup besar untuk menampung koper 8 inci dilengkapi dengan sabuk untuk mengencangkan bagasi selama penerbangan.

Bahan bakar yang digunakan juga ramah lingkungan, tidak lagi menggunakan bahan bakar fossil melainkan Listrik.Waktu terbang hingga 30 menit dengan umur 500 kali pengisian daya, menggunakan sistem kontrol otomatis

Desain baling-baling ganda coaxial sangat mengurangi ruang dan komponen struktural yang diperlukan untuk pemasangan baling-baling dan motor, sehingga membuat pesawat lebih ringan.

Desain yang Aerodynamis mengikuti alur angin sehingga meningkatkan efektifitas konsumsi daya. Komponen utama seperti motor listrik terbuat dari logam.

Kenapa tidak ada kursi atau seat untuk Pilot karena ini adalah sebuah drone yang dimana drone dikendalikan melalui sebuah pengaturan GPS untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa pilot.

Semua yang kita jelaskan tadi masih terbatas diatas kertas, karena Frogs 282 ini harus mengikuti beberapa pengujian. Salah satunya pada Sabtu 7 Maret 2020.

Lokasi pengujian terjadi di Lapangan Terbang Gading, Gunung Kidul. Setelah melakukan pemanasan selama 1,5 jam akhirnya Frogs 282 dapat terbang walaupun hanya beberapa cm lebih tepatnya drone ini mampu terbang setinggi 50cm.

Walaupun baling-baling sudah mampu mengangkat body Frogs 282 tetapi pada percobaan kedua terdapat ketidakstabilan hingga ujicoba akhirnya dihentikan.

Dedi Satria Maulana, Chief Teknisi dari Frogs Indonesia menyatakan dalam Interviewnya “Semua motor berfungsi dengan baik dan dapat mengangkat bodi drone walaupun perlu diuji lagi karena kestabilanya Limit motornya perlu kita naikkan karena mengingat di sini kemungkinan karena dingin dan agak lembab udaranya, jadi masa jenis udara agak berat”.

Harapan dari Asro Nasiri bahwa Frogs 282 ini bukan hanya untuk transportasi penumpang konvensional yang mengurangi kemacetan, tetapi juga dapat dijadikan transportasi dalam evakuasi bencana alam karena bodynya yang praktis dan juga sebagai pelayanan Medical emergency yang membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin.

Dibandingkan dengan Helikopter biasa Frogs 282 mempunya keunggulan yang tidak bisa dimiliki Helikopter, diantaranya adalah Sudah memiliki koneksi 5G, berbahan bakar listrik dan biaya yang dikeluarkan  lebih murah.

Niatnya Frogs 282 ini akan ditujukan ke Istana Keprisedanan pada bulan Juni tapi dikarenakan pademi Covid 19 menghalangi kesempatan tersebut. Kita patutu bangga dan harus selalu mendukung projek ini agar menjadi Taksi Terbang pertama di kawasan Asia Tenggara.

Dari Startup Frogs Indonesia ini kita bisa belajar bahwa dengan dedikasi dan semangat yang sungguh-sungguh dapat menciptakan suatu inovasi yang dapat berguna bagi kehidupan kita semua.

Sekian artikel kita untuk hari ini, Apabila ada kesalahan kata atau informasi kami mohon maaf. Kirimkan tanggapan,saran, dan kritik kalian di kolom komentar karena feedback dari kalian sangat membantu untuk kemajuan dari website kami.

Selalu dapatkan info menarik seputar teknologi dan semacamnya di Infotechku.com. Terimakasih sudah membaca sampai akhir, sampai bertemu di artikel berikutnya Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *