Chip Otak Neurolink, Projek Besar Elon Musk Berikutnya

3 min read

Infotechku.com- Siapa yang tidak tau Elon Musk, orang yang beberapa dekade ini mengebrak duinia teknologi dengan penemuan nya. Dimulai dari dia menciptakan transaksi pembayaran Paypal, mobil listrik yang futuristik yaitu Tesla dan jangan lupa projek koloni manusia hidup di Mars dengan Space X, sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan sepak terjang orang berusia 49 tahun ini.

Awal-awal minggu ini dia memberitahukan dunia bahwa temuan barunya bisa berjalan dengan cukup baik pada babi, yah babi. Temuan apa yang dimaksud ? temuan tersebut bernama Neurolink.

Neurolink ini adalah sebuah chip sebesar ukuran ¼ dollar koin ditanamkan di dalam otak terhubung juga melalui perangkat elektronik seperti komputer

Perangkat yang dikembangkan itu terdiri dari perangkat kecil yang berisi lebih dari 3.000 elektroda yang dipasang pada benang fleksibel yang lebih tipis dari rambut manusia, yang dapat memantau aktivitas 1.000 neuron otak

Interface pengubung antara otak manusia ke komputer dalam kasus Neurolink ini dinamakan Link

Elon Musk merupakan salah seorang yang menyukai hal-hal berbau Sci-Fi, mungkin karena alasan ini lah dia niat untuk menciptakan sebuah chip yang tertanam di otak manusia.

Dengan tertanamnya chip di otak ini manusia akan bisa untuk merekam dan memutar balikan ingatan, mengunduh “kesadaran” seseorang dan menamkan nya kedalam tubuh robot sehingga abadi. Sampai dimana kecerdasan kita akan melebihi dari kecerdasan buata atau AI.

Chip ini juga diklaim mampu untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saraf otak seperti stroke,kelumpuhan dan semacamnya.

 Mungkin dengan tertanamnya chip ini kita bisa melakukan hal seperti “Telepati” kita bisa mengunakan perangkat elektronik hanya menggunakan pikiran atau mungkin menyalakan mobil tesla di dalam benak kita ? hmm cukup menarik bukan.

Projek ini sudah dilakukan Elon Musk sejak 4 tahun lalu yaitu 2016 dimana dia menampilkan teaser untuk temuan besar dia yang selanjutnya.

Sampai pada akhirnya di awal bulan September kemaren dia memberikan pembaruan dan  demo tentang Neurolinknya dimana pada konfersi tersebut dia menunjukan tiga babi percobaan nya.

Kenapa Babi ?  “Jika kita akan memikirkan berbagai hal untuk manusia, maka babi adalah pilihan yang baik. Jika perangkat tahan lama pada babi, bertahan di sana selama dua bulan dan menjadi kuat, maka itu pertanda baik perangkat itu kuat untuk manusia,” ujar Musk. (dilansir dari:CNN News Indonesia)

Terdapat tiga babi, babi pertama yang tidak terpasang chip, babi kedua yang sudah terpasang chip tapi dilepas, dan babi ketiga bernama Getrude yang sudah tertanam chip Neurolink di otaknya.

Dalam percobaan tersebut Getrude mengendus-ngendus sebuah pena kecil, dan Musk memberikan data secara real time. Neuralink di kepala Gertrude, menurut Musk, terhubung ke sel di moncongnya. Setiap kali Gertrude menyentuhkan moncongnya pada sesuatu, sinyalnya melonjak, berbunyi bip-bip seperti alat pendeteksi jantung.

“Kami mengambil bacaan dari neuron, dan kami mencoba memprediksi posisi sendi,” jelas Musk, menyatakan bahwa perangkat Neuralink dapat melakukannya “dengan akurasi yang sangat tinggi.” Namun, video tersebut ternyata menunjukkan perbedaan yang signifikan antara prediksi posisi dan posisi sebenarnya . Hal tersebut bukan berarti Musk berbohong tentang hasil atau bahwa Neuralink mengarang presentasi yang menyesatkan, hal itu hanya berfungsi untuk menyoroti betapa sulitnya otak untuk memecahkan kode.

Karena Otak bisa dibilang bagian organ dalam manusia yang cukup sulit untuk benar-benar dipahami karena terdapat banyak sekali neuron-neuron otak yang saling berhubungan, saling memerintah tindakan dan salig memberikan kesadaran terhadap keadaan manusia itu sendiri.

Angus McMorland, seorang bioteknologi di University of Auckland, Selandia Baru, mengatakan tidak ada yang diperdebatkan tentang teori di balik karya Neuralink dan mencatat bahwa dia tidak terlalu peduli dengan datanya, tetapi menyarankan akan lebih baik mengetahui detail tentang kualitas dan stabilitas dari unit.

Kompleksitas otak manusia sangat mencengangkan. Hampir tidak bisa dimengerti.

“Di otak, kita memiliki sekitar 80 miliar neuron, dan berkali-kali lipat jumlah koneksi di antara mereka,” kata McMorland.

Semua koneksi ini, yang memantulkan impuls listrik di sekitar otak kalian, bertanggung jawab untuk kalian. Pikiran, gerakan, ucapan, keyakinan, interaksi sosial dan kesadaran kalian.  Kamu  adalah sel-sel otak kamu. Kamu adalah sel otak kamu yang sedang membaca artikel ini.

Tetapi para ahli yang mempelajari otak hanya memiliki pengetahuan dasar tentang bagaimana koneksi ini, dan lokasinya di otak Anda, saling terkait dan fungsi kontrol. Ahli saraf dapat menunjukkan tambalan di otak yang menyala saat Anda menggulir ke bawah halaman ini, tetapi mereka tidak dapat memberi tahu Anda apa yang mengendalikan tindakan itu. Sementara mereka menjadi lebih baik dalam menentukan daerah mana dan impuls yang merespon apa, kita tidak memiliki “peta” otak yang baik. 

Apa yang mungkin dapat dilakukan Neuralink adalah merintis cara yang lebih baik untuk membaca sinyal otak, mempercepat laju penelitian di area tersebut. Tetapi memahami sinyal-sinyal itu pada dasarnya lebih sulit. Memanipulasi mereka bisa jadi lebih sulit.

McMorland menawarkan contoh yang bagus. Selama presentasi, disarankan suatu hari Anda mungkin bisa memanggil Tesla hanya dengan memikirkannya. Tetapi tindakan memanggil Tesla mungkin berbeda setiap kali Anda melakukannya. Bagian otak yang berbeda dan pola aktivitas otak yang unik mungkin diperlukan, tergantung situasinya. 

“Pola itu bisa berbeda-beda tergantung konteksnya: Apakah Anda sedang berada di restoran, terburu-buru, berdiri di pinggir jalan atau melakukan perampokan bank?” tanya McMorland.

Apakah itu penting sekarang, empat tahun setelah Neuralink didirikan? Mungkin tidak bagi Musk. 

Seperti yang ditunjukkan McMorland dengan tepat, pendekatan ini sangat mirip dengan apa yang telah dilakukan miliarder teknologi dengan SpaceX dan Tesla – mengambil teknologi yang ada, mengotak-atik, membuat perbaikan kecil dan mengemasnya dalam produk berspesifikasi tinggi dan dibungkus rapi. 

Bisakah peta jalan ini berfungsi untuk Neuralink juga? 

Secara potensial, tetapi menguraikan dan memecahkan kode otak adalah masalah besar yang perlu dipecahkan sebelum salah satu aplikasi fantastis yang dipuji oleh Musk dan rekan-rekannya dapat membuahkan hasil. Dan ini adalah masalah yang besarnya lebih besar daripada membangun roket dan kendaraan listrik. Teknologi itu mungkin membuat kami kagum, tetapi Anda tidak bisa meletakkan kereta di depan kuda – atau babi, seolah-olah. (Dilansir dari : Cnet)

Sekian artikel kita untuk hari ini, Apabila ada kesalahan kata atau informasi kami mohon maaf. Kirimkan tanggapan,saran, dan kritik kalian di kolom komentar karena feedback dari kalian sangat membantu untuk kemajuan dari website kami.

Selalu dapatkan info menarik seputar teknologi dan semacamnya di Infotechku.com dan follow kami di instagram @ infotechku_com untuk update artikel terbaru kami.

Terimakasih sudah membaca sampai akhir, sampai bertemu di artikel berikutnya Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *