Among Us Akan Diblokir Karena Mekanisme Permaninannya ?

2 min read

Infotechku.com- Game yang sedang viral-viralnya ini sempat mendapatkan kabar buruk, yaitu ada beberapa sumber dan bukti screenshoot menyatakan bahwa Among Us akan diblokir oleh Kominfo yang dikarenakan mekanisme permainannya yang dapat merusak pertamanan. Saling menuduh atau memfitnah merupakan hal yang tidak bisa dihindari dari game ini.

Oleh karena itu mungkin inilah penyebab banyak orang mengasumsikan bahwa game Among Us akan diblokir oleh Kominfo. Keparnoan masyarakat juga ditambah akan isu ini dengan tidak bisanya kita mengakses game Among Us ini untuk beberapa waktu.

Jujur memang iya, sempat beberapa waktu sebelum versi 2020.9.9.a para pemain sempat kesusahan untuk mengakses game via server Asia. Setelah update dilakukanpun sempat tidak bisa masuk.

Dilansir dari situs Johswiller.com, Game yang sedang ramai dimainkan oleh banyak pengguna android, ios ataupun perangkat PC ini sebenarnya sudah lama sekali ada yaitu sejak tahun 2018. Namun karena youtuber gaming nomor satu di dunia yaitu Pewdiepie memainkan game ini di channel youtubenya, orang-orang pun penasaran dan berbondong-bondong untuk merasakan keseruan dan ketegangan yang ditawarkan oleh Game ini. Ditambah lagi bertebaran meme game ini di facebook dan instagram menambah kepopuleran

Namun pihak pemerintahan Indonesia seperti KPAI ataupun KOMINFO ini sedang memantau game Among Us, karena semakin viralnya sebuah game maka wajib bagi pihak Pemerintah untuk menelusuri alur permainannya.

Game Among Us ternyata banyak laporan yang tidak mengenakan untuk di dengar, akhirnya sayapun mencari di berbagai media dna google tentang berita dengan judul “kesal karena difitnah terus di game among us teman satu kosan dibunuh”.

Setelah kami mengetahuinya ternyata itu adalah Hoax, soalnya saya tidak menemui judul tersebut di berbagai media nasional seperti Tribunnews, Detik, Wartaekonomi, Gamebrott dan lain sebagainya.Namun, informasi tersebut datangnya dari salah satu Akun Twitter “AREA JULID”, berikutnya screenshotnya.

Setelah menganalisa dan memperhatikan porstingan itu baik-baik sudah dapat dipastikan bahwa berita ini 100% hoax alias tipu-tipu dan isu ini hanya bertujuan untuk menambah runyam suasana atau menganggu para pemain game Among Us.

Jika kita lihat bersama artikel yang discreenshoot oleh akun twitter AREA JULID terdapat beberapa missing point atau hal-hal essential yang seharusnya ada tapi tidak ada dalam artikel ini, berikut beberapa contohnya. Di artikel tersebut tidak dimunculkan dari mana asal terbitan itu berada. Karena pada umumnya suatu artikel pasti diterbitkan dari suatu media seperti website atau blog layaknya “artikel-artikel seperti dari Kompas, Detik dan sebagainya.” Dan di artikel tersebut tidak dicantumkan sumbernya.

Untuk nama jurnalis atau penulis artikel juga aneh, dimana sebagai pekerja professional pasti seseorang tidak akan menggunakan nama samaran atau nama-nama iseng kan, tentu saja apabila kita menggunakan nama-nama tersebut kredibilatas kita akan tercoreng dan dianggap buruk oleh masyarakat umum dong. Diartikel ini menunjukan bahwa nama penulis bernama Imposter Insyaf, darimana di jagat raya dunia ini menamakan anaknya dengan nama “Imposter Insyaf”.

Dilansir dari Ponsellive.com berdasarkan Peraturan Kominfo Nomor 11 tahun 2016 tentang klasifikasi permainan elektronik, Kominfo mengembangkan klarifikasi membagi ketentuan penggunaan berdasarkan kategori konten dan kelompok usia  pengguna.

Pembagian kelompok usia terdiri dari lima kelompok, yaitu (1) kelompok usia 3 (tiga) tahun atau lebih; (2) Kelompok usia 7 (tujuh) tahun atau lebih; (3) kelompok usia 13 (tiga belas) tahun atau lebih ;(4) kelompok usia 18 (delapan belas) tahun atau lebih; dan (5) kelompok semua usia.

Masing-masing kategori dari kelompok usia mempunyai kriteria konten tersendiri. Adapun konten game yang berkaitan dengan kekerasan,bahasa yang verbal,Nudity dan semacamnya Cuma diperbolehkan untuk para pemain elektronik dalam kategori usia 18 tahun keatas, ada yang 13 tahun tapi dengan pengawasan khusus dari orang yang lebih dewasa. Dalam peraturan Kominfo yang telah berlaku sejak 15 Juli 2016 itu, juga disebutkan masyarakat atau pengguna dapat menyampaikan pengaduan atas hasil klasifikasi.

Bila kita menilik Among Us dibeberapa sumber penyedia aplikasi dan game seperti Google Play Store, IOS App Store dan Steam masih teredia maka dipastikan bahwa game tersbut aman dan pastinya tidak diblokir apalagi dihapus.

Untuk masalah koneksi yang kita paparkan sebelumnya itu memang murni dari “sana”nya. Entah pihak developer kurang memperhatikan kinerja game atau semacamnya, khususnya server Asia dimana seringkali ditemukan disconect atau tidak bisa membuat room. Namun hal ini bisa diakali dengan mengganti server seperti Europe atau North America atau bisa diatasi juga dengan memasang aplikasi VPN yang terpacaya.

Untuk penegasan ulang Game Among Us tidak ada kabar bahwa game ini akan diban oleh Kominfo semua itu hanya isu belaka yang dimulai dari guyonan suatu oknum lalu menyebarluaskan nya di internet dan netizen yang kurang teliti menganggap serius hal tersebut.

Hal itu sering terjadi maksudnya netizen-nerizen Indonesia hanya membaca sekilas bahkan hanya judulnya saja, panik terus langsung membagikannya di akun sosial media mereka, oleh karena itu kita harus meningkatkan tingkat literasi kita agar dapat selalu mencermati dan menyaring informasi mana yang sampah dan mana yang benar-benar kredibel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *