Selalu Stress Ketika Bersosial Media, Saatnya Social Media Detox

3 min read

Selalu Stress Ketika Bersosial Media, Saatnya Social Media Detox

What counts in a social media detox? - Quora

ifotechku-         Sosial Media, hal yang selalu menemani kita selama 24 jam dimulai dari kita bangun tidur sampai kita beranjak tidur, dan masih menggenggam ponsel milik kalian   dimalam hari sampai tertidur dan mengulangi nya lagi di keesokan harinya. Tidak bisa dipungkiri sosial media adalah segalanya di abad ini mulai dari tempat mendapatkan informasi dan inspirasi, menunjukan hasil karya kita ke khalayak warganet dan mungkin ada beberapa pengguna yang menggunakan sosial media sebagai media untuk mencurahkan isi hatinya dan perasaanya. Entah sosial media apapun yang kalian gunakan Facebook,Instagram,Twitter,Tik-Tok dan sebagainya memberikan efek yang sama yaitu Adiksi atau ketagihan.

      Kecanduan sosial media menjadi kecanduan baru di dunia modern ini, hidup kita pasti terasa cemas dan gatal ingin swipe atas,swipe bawah,swipe kanan,swipe kiri, sekaligu mengscroll timeline sosial media kita. Ingin tau apa yang sebenarnya teman-teman kita lakukan atau tokoh idolamu sudah upload konten yang sekiranya kamu tunggu-tunggu selama ini, haus akan notifikasi pop up berwarna merah merangsang kita untuk cepat-cepat menekan tombol tersebut dan melihat isi di dalamnya dan mengahabiskan waktu kalian seharian di sosial media yang seharusnya waktu tersebut bisa kalian pergunakan untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat sekaligus menyehatkan bagi  tubuh,pikiran, dan mental para penggunanya.

        Efek kecanduan dari sosial media bisa dibilang sama dengan kecanduan merokok,meminum minuman beralkhohol dan obat-obatan. Kenapa bisa dibilang seperti itu ? karena dopamine atau zat kimiawi diotak yang memberikan rangsangan itu dipicu dari like,komen, dan balasan di postingan kalian. Ketika kalian mendapatkan feedback, kalian juga menerima rangsangan kecanduan untuk selalu mendapatkan notifikasi tersebut dan menekan tombol refres berkali-kali atau swipe bawah untuk mendapatkan postingan terbaru. Untuk pengelaman pertama mungkin itu terasa biasa saja atau palah mungkin menyenangkan bercengkrama dengan semua orang diseluruh dunia melalui internet dan saling membalas komentar atau like di suatu postingan apalagi postingan tersebut sedang hangat-hangatnya tambah lama pula kalian bersemayam di postingan tersebut.

     Namun kelihatannya hal tersebut tidak menyenangkan seperti dulu lagi setelah sosial media menjadi tempat untuk panjat sosial,menebar kebencian dan hoax membuat kita merasa lelah untuk berselancar di sosial media. Parahnya lagi kita tau hal tersebut sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan dan mental kita tetapi kita masih saja mengikutinya dari drama-drama para selebriti yang tidak jelas dan tidak memberikan efek sama sekali dalam hidup kita, hingga postingan provokasi yang niatnya hanya untuk mendapatkan kepopularitasan semata atau bahkan lebih parahnya lagi postingan tersebut bertujuan hanya untuk mengtroll atau mengerjai para warganet untuk menghabiskan waktu lama-lama di beranda sosial medianya.

         Perasaan atau momen tertentu juga bisa rusak karena melihat timeline sosial media, seperti orang yang ada di friendlist kalian ada yang  lebih gagah,lebih cantik, dan lebih atraktif memunculkan perasaan insecure terhadap diri sendiri seperti kita terlahir sebagai makhluk yang palik jelek dan menderita diseluruh dunia padahal aslinya tidak juga. Orang-orang di sosial media seperti orang yang sangat sempurna kehidupanya memamerkan kendaraan-kendaraan mewah, menampilkan Outfit Of Today dengan pakaian yang trendy dan branded, Menunjukan bahwa dirinya dikelilingi oleh teman-teman yang asik dan pasangan yang dicintai menambah beban berat di pikiran kita dan mempresepsikan  bahwa kita tidak bisa mendapatkan hal-hal tersebut, dan ketika kalian sudah merasakan perasaan-perasaan tersbut lebih baik kalian melakukan Social Media Detox atau Puasa Sosial Media

         Social Media Detox adalah upaya secara sadar untuk membatasi penggunaan media sosial selama periode waktu tertentu yang telah diatur sebelumnya entah itu seminggu atau sebulan atau bahkan bisa selamanya. Kedengaranya memang mustahil untuk percobaan pertama tetapi dengan konsistensi dan niat seiring waktu mindset kalian akan berubah tentang media sosial kalian memiliki banyak waktu yang lebih berkualitas dan dihabiskan bersama dengan orang-orang yang berkualitas juga di kehidupan kalian seperti keluarga dan teman. Dibandingkan kalian menghabiskan waktu 2-3 jam hanya untuk menscroll beranda anda bisa melakukan hal tersebut untuk hal yang lebih produktif lagi seperti berolahraga,belajar alat musik,melukis,menari dan segala kegiatan bermanfaat lainya.

      Lalu bagaimana caranya ?  ya dengan prinsip sedikit-sedikit saja tapi berkelanjutan, contohnya anda bisa coba dengan tidak menggunakan sosial media selama sehari atau 24 jam setelah itu kalian bisa menambahnya menjadi 3 hari,seminggu atau bahkan sebulan. Bagian paling ekstream nya adalah menghapus dan melogout seluruh akun sosial media entah itu diponsel,laptop dan PC pribadi milik kalian. Jika kalian berpikir untuk hanya sekedar menyembunyikan nya saja pasti ada firasat atau rasa untuk selalu mengunjungi aplikasi-aplikasi tersebut jadi langkah yang terbaik adalah mengahpus aplikasi-aplikasi tersbut namun, perlu diingatkan lagi untuk selalu mencadangkan id dan password kalian di Google Password  Manager untuk android dan Chrome atau kalian bisa menggunakan aplikasi penyimpan id dan password terpacaya di App Store bagi kalian yang menggunakan ekosistem Apple.

        Setelah mengahapus aplikasi sosial media tersebut hal yang dirasakan pasti kosong tidak ada tujuan dan rasa luar biasa ingin menilik beranda sosial media. Hal tersebut bisa diakali dengan banyak opsi dan pilihan  terbaik yang kami rekomendasikan  adalah membaca buku atau menulis jurnal. Disisilain menambah kemampuan linguistik dan verbal kita membaca buku dan menulis jurnal membuat otak kita lebih tenang dan fokus karena hal atau objek yang kita kerjakan dan perhatikan hanya satu yaitu membaca dan menulis. Manfaatnya bukan itu saja kalian menjadi lebih nyata dan lebih hidup karena waktu yang  kalian habiskan bukan lagi   di dunia maya melainkan dunia nyata dunia yang kalian hidupi dan mati disitu. Ada beberapa aplikasi pembantu seperti Space Break Phone Addiction dan Flipd: Distraction Blocker yang dimana aplikasi tersebut dapat membatu kalian dalam Sosial Media Detox atau Puasa media sosial.

      Sosial media bukan hanya mendekatkan kita kepada yang jauh sekaligus juga menjauhkan kita kepada orang yang terdekat. Efek sosial media baru terasa akhir-akhir ini karena pengguna nya yang semakin bertambah sekaligus bertambahnya juga konten yang dihasilkan dan semakin beragam memberikan kita terlalu banyak opsi yang sejatinya jika kita tidak dapat mampu memfillter dengan baik maka kita akan masuk kedalam jurang sosial media yang tidak akan akhirnya tidak akan tamat nya. Konten yang dihasilkan beragam mulai dari dari yang bermanfaat sampai dari yang tidak bermutu sekalipun kita harus memilah nya. Sekian artikel kita kali ini sosial media boleh saja digunakan tetapi kita juga harus dapat mengontrol nya dan se bisa mungkin untuk menghabiskan waktu kita berlama-lama di sosial media. Apabila ada kesalahan kata atau informasi kami mohon maaf.kalian bisa menulis komentar kalian dibawah karena feedback dari kalian sangat berarti untuk kami. Sampai berjumpa di artikel berikutnya Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *