Beberapa Hal yang Kita Tahu Tentang Konflik Antara Fornite dan Apple

4 min read

Epic Games vs. Apple: Timeline of Events Surrounding Fortnite's ...

Infotechku.com- Siapa yang tidak kenal dengan salah satu game battle royal ini, kedatangan nya yang mengusik dominasi PUBG pada masa itu menjadikan Fornite game battle royale yang cukup outstanding dengan tema yang lebih berwarna dan grafiknya yang berkesan kartunis.

         Fornite menjadi salah satu fenomena Internasional sampai membawa nama streamer besar seperti Ninja. Selain itu Fornite juga cukup unik dalam menampilkan event-event yang menarik setiap season.

Contohnya mereka pernah mengadakan collab dengan musisi besar Marshmellow dan Travis Scott palah, dan untuk update terbaru akan didatangkan juga karakter superhero ikonik dari Marvel yaitu Thor yang siap menambah keseruan bermain.

Virtuální koncerty: Travis Scott zahrál ve Fortnite
Tambahkan teks

Namun, kabar tak mengenakan mulai terdengar dari game ini. Epic Game sekaligus pencipta dan pengembang game Fornite sedang mengalami masa pelik.

Karena perseteruanya dengan nama-nama besar seperti Apple dan Google, yang dimana dua raksasa perusahaan teknologi tersebut menghapus Fornite dari App Store dan Play Store sehingga para pemain tidak dapat memainkan game Fortnite tersebut di platform smartphone.

Hal yang dipermasalahkan adalah soal pembayaran di dalam aplikasi atau disebut App In Purchases dimana para pemain membeli item seperti skin senjata,spesial suite atau kostum, V Bucks dan lain-lain yang ada didalam Game fornite tersebut.

Peter Kafka seorang jurnalis dari Amerika Serikat memberitahukan bahwa setiap aplikasi yang tersedia di perangkat mobile Apple khususnya Iphone yaitu App Store, Aplikasi tersebut harus membagikan Keuntungan komisasinya sebesar 30% kepada pihak Apple dari penghasilan pembelian aplikasi sekaligus pembelian dalam aplikasi tersebut.


Fornite bisa disebut game “freemium” yaitu  game yang bisa diinstal gratis tetapi bisa melakukan app in purchase dalam game nya seperti yang kita sebutkan tadi membeli skin,item dan mata uang virtualnya yaitu Vbucks.

Karena masalah komisi tadi Epic mensiasati pembayaran App in Purchacse ini. Para pemain yang melakukan pembayaran App in Purchase  uang nya tidak masuk melalui Apple terdahulu tapi langsung menuju Developer Epic langsung dengan harga diskon yang lebih murah.

karena masalah inilah Apple menendang Fornite dari jajaran Game yang disajikan di App Store, Google juga melakukan hal yang sama dengan Apple yaitu menghapus Fornite dari Play Store.

         Epic games menggap hal ini sebagai tindakan yang anti korporatif dan memonopoli pasar. Sebetulnya sistem ini tidaklah begitu buruk pada awal perilisanya.

Tahun 2008 adalah tahun perdana dari peluncuran App Store, pada saat itu banyak pengembang yang ingin aplikasi buatan mereka bertengger di platform tersebut jadi Apple Iphone dapat menawarkan aplikasi tersebut ke App Store yang memiliki pengguna yang cukup banyak khususnya di Amerika.

         Jadi ini merupakan kesempatan yang bagus bagi Developer karena mendapatkan pasar yang lebih luas lagi, tapi karena faktor ini juga  App Store Apple bisa dibilang cukup otoriter    dan mampu menciptakan peraturan atau regulasasi sesuka hatinya, sebenarnya hal ini sudah dikeluhkan oleh para pengembang selama bertahun-tahun tetapi, baru Epic Fornite saja yang berani untuk menentang hal ini dan hasilnya game tersebut dikeluarkan dari App Store.

Untuk memperjuangkan hak nya  Epic Fornite sampai membawa hal ini ke ranah meja hijau dan mengajukan tuntutan kepada Apple. Dokumen tuntutan tersebut dikirim ke  Pengadilan  Distrik untuk wilayah Utara Negara Bagian Amerika yaitu California.

Tuntutan tersebut berisi hal-hal yang dikeluhkan para pengembang aplikasi karena sistem App Store yang cenderung memonopoli dalam pembayaran aplikasinya sekaligus pembayaran dalam aplikasi sekaligus aplikasi pihak ketiganya. Sepertiyang dilansir dari Kompas.com

Selain mengajukan tuntutan, Epic Fornite juga merilis satu buah vidio di chanel official mereka yang berisi sindiran terhadap Apple. Vidio tersebut menampilkan sebuah TV besar yang pada dasarnya vidio tersebut merupakan iklan dari produk Apple yaitu Machintos generasi pertama.

Lalu para karakter fornite  masuk ke dalam sebuah ruangan yang dimana terdapat TV besar tersebut dan menghancurkannya. Hal ini disimbolkan sebagai simbol perlawanan dari Epic Fornite kepada Apple, dan mereka meminta para penggemar dan pemainya meramaikan #freefornite di Twitter yang sempat menjadi trending.

Join the Battle and Play in the #FreeFortnite Cup on August 23

Sebab Fornite tidak bisa lagi untuk diinstal dan diakses di Iphone, banyak orang-orang yang menjual Iphone mereka yang sudah berisi game Fortnite ke pasar online seperti Amazon atau Ebay dengan harga yang fantastis. Harga penjualan tersebut berkisar 1,000$ sampai tertingginya yaitu 4,000$.

Nampak seperti berjuang sendiri Microsoft dan Spotify siap untuk mendukung Fornite dalam kasus ini. Spotify juga pernah mengalami hal yang sama dengan fornite pada tahun-tahun terdahulu apakah kalian masih ingat ? 

Kasusnya adalah aplikasi streaming musik Spotify lebih populer dan sekaligus lebih banyak diunduh dari aplikasi musik streaming besutan Apple sendiri yaitu Apple Music sehingga App Store menghilangkan Spotify dari daftar aplikasinya. 

Untuk pembagian komisi juga pernah dirasa memberatkan Spotify di awal tahun perilisannya di App Store,  mereka terpaksa menaikkan tarif premium  untuk pelanggan dalam aplikasi agar dapat menutupi biaya Apple. (Layanan berlangganan seperti Spotify dikenakan komisi 30% untuk tahun pertama mereka, setelah itu turun menjadi 15%).

Listening is everything - Spotify

Dukungan Microsoft terhadap Epic Games untuk melawan Apple dan Google, juga sebagai salah satu kekhawatiran akan ‘melukai’ perasaan para pengembang game, khususnya yang menggunakan Unreal Engine.

“Penghentian akses developer Epic oleh Apple untuk mengembangkan dan mendukung Unreal Engine untuk iOS atau macOS akan merugikan pembuat game dan pemain game,” kata Eksekutif Game Microsoft Kevin Gammail, seperti dilaporkan Mac Rumors, Senin (24/8). Game yang menggunakan Unreal Engine akan berada pada kerugian yang substansial, game balap Forza Street untuk iPhone dan iPad milik Microsoft sebagai contohnya,” tambah dia. Dilansir dari Uzone.id

Salah satu cara Apple yang dapat dilakukan dalam  regulasi ini dan memenuhi permintaan  Epic Games – adalah dengan mengizinkan Iphone mendapatkan aplikasi pihak ketiga di luar App Store, seperti halnya Android. 

Hal ini dapat memberikan lebih banyak uang kepada pengembang dan memungkinkan mereka menagih pengguna lebih sedikit. Tetapi itu juga menimbulkan risiko baru bagi pengguna jika toko aplikasi alternatif tidak memiliki standar keamanan yang sama dengan Apple atau sistem pembelian dalam aplikasinya. 

Konsumen mempercayai Apple, dan Apple memiliki rekam jejak untuk mendukungnya. Aplikasi Apple tidak memiliki masalah keamanan dan malware yang hampir sama banyaknya dengan aplikasi Android. 

Apple unveils all-new App Store - Apple

Sebagian alasan mengapa reputasi keamanan Apple jauh lebih baik adalah karena perusahaan berusaha untuk mengontrol setiap aspek perangkatnya, termasuk aplikasi dan tindakan keamanan yang terpaksa mereka lakukan. Konsumen membayar mahal untuk ini, begitu pula pengembang.

Ada juga kemungkinan bahwa Apple akan dapat bersikeras untuk terus beroperasi seperti biasa. Pengembang harus memutuskan pajak Apple sepadan dengan akses ke konsumen Apple.

 JikaApp Store menghapus Aplikasi dari pengembang tersebut, konsumen mungkin akan memutuskan untuk membeli perangkat dengan sistem operasi berbeda yang memberi mereka akses ke aplikasi yang tidak dimiliki App Store. yang dijelaskan oleh Sarra Morrison dalam Website Vox.

Sara Morrison Profile and Activity - Page 2 - Vox
Tambahkan teks

Sekian artikel kita untuk hari ini, Apabila ada kesalahan kata atau informasi kami mohon maaf. Kirimkan tanggapan,saran, dan kritik kalian di kolom komentar karena feedback dari kalian sangat membantu untuk kemajuan dari website kami.

Selalu dapatkan info menarik seputar teknologi dan semacamnya di Infotechku.com. Terimakasih sudah membaca sampai akhir, sampai bertemu di artikel berikutnya Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »